Notification

×

Iklan

Iklan

Imlek 2577 di NSA: Dari Kuliner Tradisi hingga Panggung Ekspresi Siswa

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T18:38:03Z
KILAS JAVA , SURABAYA - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Nation Star Academy (NSA) Surabaya menjadi gambaran bagaimana sekolah memaknai pendidikan tidak semata lewat buku pelajaran. 

Bertempat di lingkungan sekolah pada Selasa, (3/2/2026), Imlek dirayakan sebagai ruang perjumpaan budaya yang mendidik, melibatkan seluruh siswa dari berbagai jenjang.

NSA menjadikan perayaan Imlek sebagai bagian dari proses pembelajaran multikultural. Tradisi Tiongkok diperkenalkan bukan sebagai sesuatu yang eksklusif, melainkan sebagai pengetahuan bersama yang bisa dipelajari dan diapresiasi oleh semua siswa. 

Pendekatan ini terlihat sejak awal perayaan, ketika dumpling atau jiaozi dan ronde disajikan sebagai simbol budaya.

Dalam tradisi Tiongkok, jiaozi melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, sementara ronde menjadi simbol kehangatan keluarga dan kebersamaan. 

Ronde biasanya dikonsumsi menjelang musim dingin serta 15 hari setelah Imlek. Di Indonesia, kedua hidangan ini telah bertransformasi menjadi bagian dari kuliner lintas budaya, mencerminkan proses akulturasi yang terus berlangsung.

Nuansa edukatif semakin terasa melalui rangkaian pertunjukan seni siswa. Wushu tampil sebagai pembuka, menghadirkan gerakan yang tegas dan terukur, mencerminkan nilai disiplin dan ketangguhan. 

Modern dance kemudian hadir dengan energi khas generasi muda, menjadi simbol dialog antara tradisi dan perkembangan zaman.

Pertunjukan musik menjadi salah satu titik kuat perayaan ini. Kolaborasi instrumen tradisional Tiongkok seperti guzheng dan yangqin dengan biola modern, dipadukan dengan vokal siswa SMP dan SMA NSA, menciptakan harmoni lintas budaya. 

Penampilan tersebut dibawakan oleh Vanessa Jolin kelas 12, San San kelas 12, Reinhart kelas 7, Nikita kelas 7, dan Maegan kelas 8. 

Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, kolaborasi mereka mampu menghadirkan suasana Imlek yang hangat dan berkesan.

Barongsai menjadi magnet perhatian siswa, khususnya anak-anak dari jenjang preschool hingga SMA. 

Dengan iringan tabuhan tambur, barongsai bergerak lincah menyapa penonton. Aktivitas memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai dilakukan dengan penuh antusias. 

Di balik keceriaan tersebut, siswa diperkenalkan pada nilai kerja sama, keberanian, dan penghormatan terhadap tradisi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Imlek dipahami bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai sarana pendidikan karakter. 

Siswa diajak mengenal makna harapan baru, doa kebaikan, serta pentingnya kebersamaan dalam kehidupan sosial. Perbedaan latar belakang budaya menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan toleransi.

Sebagai sekolah SPK, National Star Academy menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi global sekaligus kepekaan budaya. Pendidikan diposisikan sebagai proses menyeluruh yang membentuk kecerdasan akademik, emosional, dan sosial.

Kemeriahan Imlek 2577 di NSA semakin lengkap dengan penampilan siswa dari jenjang TK hingga SMA serta bazar yang menghadirkan berbagai kuliner khas Nusantara dan Tiongkok. 

Perayaan ini menjadi bukti bahwa sekolah dapat menjadi ruang strategis dalam merawat keberagaman dan menanamkan nilai kebudayaan sejak dini. (Red).

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update