BREAKING NEWS

UNAIR Bantu UMKM Transmigrasi Palolo Sulawesi Tengah Perluas Pasar Lewat Pemasaran Digital

KILAS JAVA, SULAWESI TENGAH – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa sekaligus mendorong produk unggulan masyarakat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemasaran digital.

Program pendampingan yang berlangsung sejak Juli hingga November 2026 tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR. Dalam kegiatan ini, ia bersama Maulana Ahmad Shofyanhadi Al Farisi, SEI., Athallah Anargya Apta Widiyakso, S.I.Kom., Rosali Elvira Nurdiansyarani, SEI., Dandy Satria Wibawa, ST., dan Farhan Naufal Yudhistira, S.I.Kom., melakukan identifikasi awal terhadap kondisi lembaga ekonomi desa dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Prof. Imron menjelaskan, salah satu tantangan yang ditemukan adalah belum optimalnya peran sejumlah lembaga ekonomi desa di kawasan transmigrasi Palolo. Sebagian besar lembaga tersebut belum aktif menjalankan fungsi pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan lembaga ekonomi desa memiliki posisi strategis dalam membantu masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha mikro, untuk mengembangkan usaha serta memperluas akses pasar.

“Lembaga ekonomi desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi merah putih, dan koperasi desa dipandang sebagai lembaga yang strategis untuk membantu masyarakat desa, para petani dan usaha mikro untuk bisa mengembangkan usahanya, terutama dengan memperluas pasar,” ujar Imron.

Selama ini, sejumlah produk masyarakat Palolo masih dipasarkan dalam lingkup wilayah sekitar. Padahal, beberapa komoditas seperti kopi, kakao, dan bawang merah memiliki potensi untuk dikembangkan hingga menjangkau pasar luar kota bahkan ekspor.

Melalui program tersebut, TEP UNAIR menyiapkan pendampingan berupa pelatihan pengelolaan usaha serta pemasaran berbasis digital. Tim juga merancang platform pemasaran digital yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas jangkauan pasar.

“Setelah pelatihan mereka akan mendapatkan suatu keterampilan, kemudian kami akan mendampingi mereka untuk melakukan pemasaran mulai dari membuat desain, memasang ads, hingga melakukan transaksi secara digital melalui platform digital,” kata Imron.

Selain penguatan kapasitas pelaku usaha, tim juga menggelar focus group discussion (FGD) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menyusun strategi pengembangan ekonomi kawasan.

Melalui forum tersebut, tim bersama pemangku kepentingan daerah akan menentukan sektor unggulan yang menjadi fokus pendampingan lanjutan agar kelembagaan ekonomi desa dan pemasaran digital dapat berjalan secara mandiri.

Imron berharap program pendampingan tersebut dapat berlanjut sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat kawasan transmigrasi Palolo.

“Kami ingin program ini bisa berlanjut dan terus dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi ini, sehingga masyarakat kawasan transmigrasi Palolo benar-benar bisa berdaya dan ekonomi masyarakat meningkat,” pungkasnya.

Pendampingan TEP UNAIR di Palolo menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan desa, pengembangan inovasi, serta kemitraan lintas sektor. Program tersebut sejalan dengan komitmen UNAIR dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (Nayla).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar