Ekspedisi Patriot UNAIR Hadirkan Inovasi Sanitasi, PHBS, dan SMART Posyandu di Manokwari
0 menit baca
KILAS JAVA, MANOKWARI - Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas kontribusi pengabdian masyarakat melalui Tim Ekspedisi Patriot dengan menginisiasi program pengembangan Desa Sehat di kawasan transmigrasi Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Program bertajuk “Revitalisasi Sanitasi dan PHBS: Strategi Percepatan Desa Sehat” tersebut diarahkan untuk memperkuat sanitasi lingkungan, meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr Corie Indria Prasasti SKM MKes, mengatakan program tersebut mengedepankan pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, tepat guna, dan berkelanjutan.
“Program diawali dengan pemetaan kebutuhan masyarakat (need assessment) serta pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD). Langkah ini krusial untuk mengidentifikasi kondisi, kesiapan warga, serta dukungan pemangku kepentingan guna menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran,” ujar Corie.
Hasil asesmen lapangan menunjukkan pengelolaan sampah dan limbah domestik yang belum optimal menjadi salah satu persoalan utama yang perlu mendapat perhatian. Menjawab kondisi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR menyiapkan sejumlah program, mulai dari pembangunan instalasi pengolahan limbah cair rumah tangga, pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos, penerapan budidaya pertanian hidroponik, hingga edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan PHBS secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim melibatkan berbagai unsur masyarakat setempat, seperti Tim Penggerak PKK, kelompok tani, serta kader Posyandu. Keterlibatan kelompok masyarakat tersebut diharapkan mampu membentuk natural leaders atau pemimpin lokal yang dapat melanjutkan praktik sanitasi dan perilaku hidup sehat secara mandiri setelah masa penugasan tim berakhir.
“Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut diharapkan mampu melahirkan natural leaders atau pemimpin lokal yang secara mandiri melanjutkan praktik sanitasi dan perilaku hidup sehat meski masa penugasan tim telah berakhir,” tambah Corie.
Selain penguatan sanitasi, Ekspedisi Patriot UNAIR juga menghadirkan inovasi SMART Posyandu Papua untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Program yang dipimpin Dr Muthmainnah SKM MKes tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Prafi. Kegiatan mencakup peningkatan keterampilan teknis pelayanan kesehatan bagi kader Posyandu sekaligus pendampingan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Menurut Muthmainnah, kader Posyandu tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam memberikan layanan kesehatan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
“Kader Posyandu tidak hanya perlu berdaya dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya,” jelas Muthmainnah.
Ia menambahkan, kemandirian finansial kader menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ketika kader sehat, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi, mereka akan semakin kuat dalam mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Universitas Airlangga menjalankan program pengabdian masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan daerah transmigrasi di Papua Barat melalui penguatan sanitasi, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. (Nayla).