Kolaborasi Unusa dan Kampus Jepang Dorong Inovasi Riset Berbasis Teknologi
0 menit baca
KILAS JAVA, SURABAYA - Upaya Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas kiprah di tingkat internasional terus berlanjut. Kali ini, perguruan tinggi tersebut resmi menjalin kemitraan dengan The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG), Jepang, sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas riset, pendidikan, dan mobilitas akademik lintas negara.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual pada Jumat (31/7). Dokumen tersebut ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono bersama Presiden KCGI sekaligus Principal KCG, Dr. Yoichi Terashita.
Kemitraan ini membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan seminar dan konferensi, hingga pengembangan program akademik yang berorientasi pada kebutuhan global.
Bagi Unusa, kerja sama internasional bukan sekadar memperluas jejaring kelembagaan. Lebih dari itu, kolaborasi lintas negara dipandang sebagai instrumen penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan masyarakat.
Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perguruan tinggi membangun sinergi yang melampaui batas geografis.
Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang saling melengkapi antarinstitusi.
"Meski dipisahkan oleh ribuan kilometer dan samudra, teknologi telah mempertemukan visi kita. Hari ini kita membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun kolaborasi yang bermakna," ujarnya.
Tri Yogi menjelaskan, salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan riset kolaboratif. Pengalaman Unusa dalam pemberdayaan masyarakat akan dipadukan dengan kekuatan KCGI di bidang informatika dan teknologi sehingga menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, para peneliti dari kedua institusi akan didorong menghasilkan publikasi internasional, bertukar data ilmiah, mengembangkan inovasi, serta membangun jejaring penelitian yang berkelanjutan.
"Kolaborasi ini bukan sekadar memperkaya literatur akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset yang relevan dan berdampak," katanya.
Selain memperkuat riset, kedua perguruan tinggi akan mengembangkan berbagai program pendidikan internasional. Di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, kuliah tamu internasional, webinar bersama, hingga penyusunan kurikulum yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri global.
Menurut Tri Yogi, pengalaman belajar dalam lingkungan akademik internasional menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan beradaptasi dalam masyarakat multikultural.
Ia berharap hubungan akademik antara Unusa dan institusi pendidikan di Jepang terus berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang produktif.
"Mari kita jadikan penandatanganan MoU ini sebagai simbol terbangunnya jembatan persahabatan, kolaborasi akademik, dan inovasi yang akan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," tuturnya.
Kemitraan dengan KCGI dan KCG mempertegas arah internasionalisasi yang sedang dibangun Unusa.
Melalui jejaring global tersebut, sivitas akademika memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam penelitian internasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas pengalaman akademik, serta memperkuat daya saing di tingkat internasional. (Nayla).