Notification

×

Iklan

Iklan

Kolaborasi Kemnaker-IJTI Perkuat Kompetensi AI dan Literasi Kerja bagi Generasi Muda

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T12:52:38Z
KILAS JAVA JAKARTA – Transformasi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong lahirnya kebutuhan baru di dunia kerja. Menyikapi perubahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Kolaborasi strategis itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kesepahaman yang berlaku selama tiga tahun tersebut mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, peningkatan publikasi informasi ketenagakerjaan, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program bersama.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menegaskan, media massa memiliki posisi strategis dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat. 

Karena itu, sinergi dengan IJTI dinilai penting untuk memastikan berbagai informasi ketenagakerjaan dapat tersampaikan secara akurat, edukatif, dan mudah dipahami publik.

Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan literasi ketenagakerjaan, tetapi juga diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan lanskap dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital dan AI.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Di saat yang sama, kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Cris.

Ia menjelaskan, revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi sekaligus menggeser kebutuhan kompetensi di berbagai sektor pekerjaan. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan agar generasi baru angkatan kerja tetap memiliki daya saing tinggi.

“Disrupsi digital merupakan keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Karena itu, upaya peningkatan keterampilan dan penyesuaian kompetensi harus dilakukan secara berkesinambungan. Kolaborasi dengan IJTI menjadi langkah strategis untuk mendorong proses upskilling dan reskilling bagi generasi muda,” katanya.

Dalam implementasinya, Kemnaker juga akan memperkenalkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang terintegrasi melalui ekosistem SiapKerja. Platform tersebut menghadirkan layanan mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, penempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kerja sama ini, akses informasi mengenai program-program ketenagakerjaan diharapkan semakin luas menjangkau kalangan mahasiswa, komunitas kampus, serta masyarakat umum. Dengan dukungan jaringan jurnalis televisi dan jurnalis kampus, berbagai informasi strategis terkait dunia kerja dapat disebarluaskan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas generasi muda menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Jurnalis kampus dinilai memiliki peran penting sebagai agen literasi yang mampu menjembatani informasi kepada masyarakat sekaligus mengedukasi publik mengenai isu-isu ketenagakerjaan.

Kerja sama Kemnaker dan IJTI diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan, media, dan pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami dinamika ketenagakerjaan, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update