KILAS JAVA, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) bersiap menjadi pusat perhatian dunia akademik nasional. Kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu akan menjadi tuan rumah Final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) 2026 yang berlangsung pada 8–11 Juni mendatang.
Ajang prestisius yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa terbaik bidang sains dari seluruh Indonesia tersebut menjadi puncak dari rangkaian seleksi berjenjang yang telah berlangsung di tingkat perguruan tinggi maupun wilayah. Para finalis yang berhasil lolos merupakan representasi terbaik dari kampus masing-masing setelah melalui proses penyaringan yang ketat.
Pelaksanaan kompetisi akan dipusatkan di Gedung Nano, Kampus MERR-C UNAIR Surabaya. Sebagai penyelenggara, UNAIR menegaskan kesiapan penuh seluruh sarana dan prasarana guna memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan lancar, aman, dan profesional.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Dr Mochammad Amin Alamsjah Ir MSi PhD, mengatakan bahwa berbagai aspek teknis maupun nonteknis telah dipersiapkan secara matang. Meskipun pelaksanaan ujian hanya memanfaatkan delapan ruang kelas, pihak universitas tetap melakukan penataan secara menyeluruh demi memberikan kenyamanan maksimal kepada seluruh peserta dan pendamping.
“Secara umum, 100 persen kita sudah siapkan. Agar kiranya pelaksanaan ON MIPA 2026 di Universitas Airlangga ini bisa berjalan dengan sangat baik dan lancar,” ujarnya.
Sebanyak 86 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia akan berpartisipasi dalam final ON MIPA-PT 2026. Kompetisi terbagi dalam empat bidang utama, yakni Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Masing-masing bidang akan diikuti oleh 65 peserta terbaik hasil seleksi nasional.
Besarnya skala kompetisi membuat UNAIR juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan dan ketertiban. Pengawasan di area pelaksanaan ujian akan diperketat untuk menjaga kondusivitas serta memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi secara optimal.
Tidak hanya itu, prinsip keadilan dan independensi penilaian menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ON MIPA-PT tahun ini. Prof Amin menegaskan bahwa seluruh kewenangan terkait mekanisme perlombaan, penyusunan soal, hingga proses penilaian berada di bawah tanggung jawab dewan juri yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Menurutnya, posisi UNAIR sebagai tuan rumah sebatas memastikan kesiapan fasilitas, layanan, dan dukungan operasional agar kompetisi dapat berlangsung sesuai standar yang ditetapkan penyelenggara nasional.
“UNAIR sebagai tuan rumah telah menyiapkan segala keperluan secara maksimal untuk kelancaran kegiatan. Namun sekali lagi kami menyerahkan sepenuhnya secara teknis dan sistem penilaian kepada semua juri yang telah ditunjuk oleh Belmawa,” tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) tersebut.
Rangkaian kegiatan ON MIPA-PT 2026 akan dimulai pada Senin (8/6) melalui acara pembukaan di Aula Garuda Mukti yang dilanjutkan dengan technical meeting di Gedung Nano. Selanjutnya, ujian final akan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (9/6) hingga Rabu (10/6).
Pada hari pertama pelaksanaan ujian, para pimpinan perguruan tinggi dan pendamping peserta juga dijadwalkan mengikuti Sarasehan Pimpinan yang berlangsung di Aula Kantor Manajemen UNAIR. Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan talenta akademik nasional.
Memasuki hari terakhir, Kamis (11/6), peserta akan diajak mengenal lebih dekat Kota Surabaya melalui agenda city tour. Pada malam harinya, seluruh rangkaian ON MIPA-PT 2026 akan ditutup melalui Closing Ceremony dan Awarding yang berlangsung di Aula Garuda Mukti.
Bagi UNAIR, penyelenggaraan ON MIPA-PT tidak sekadar menjadi ajang kompetisi ilmiah, melainkan juga momentum memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi sekaligus mendorong lahirnya generasi ilmuwan muda yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi nasional.
Di sisi lain, tuan rumah juga menaruh harapan besar kepada para delegasi yang mewakili UNAIR agar mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan para finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Semoga pelaksanaan ON MIPA tahun 2026 di UNAIR ini dapat berjalan dengan lancar dan semua peserta bisa mengikuti dengan baik. Kami pribadi juga mengharapkan semua kontingen UNAIR dapat meraih juara dalam ON MIPA tahun ini,” kata Prof Amin. (Nayla).

