Notification

×

Iklan

Iklan

Menaker Yassierli Tegaskan Pentingnya Penyesuaian Tugas Peserta Magang

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T12:09:22Z
Kilas Java, Medan – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyoroti praktik penempatan peserta dalam program Magang Nasional 2025 yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan latar belakang pendidikan. Penekanan itu disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan magang di RS Bunda Thamrin, Rabu (22/4/2026).

Dalam tinjauan tersebut, Yassierli menemukan sejumlah peserta magang dengan jenjang pendidikan sarjana belum mendapatkan penugasan yang mencerminkan kapasitas akademiknya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat optimalisasi proses pembelajaran yang seharusnya menjadi inti dari program magang.

Menurutnya, penempatan peserta magang semestinya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional institusi, tetapi juga harus mempertimbangkan relevansi kompetensi yang dimiliki peserta. 

Ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan tugas yang diberikan dinilai dapat mengurangi nilai strategis program dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif.

Kepada manajemen rumah sakit, Yassierli meminta agar proses pembinaan peserta magang diperkuat dengan pendekatan yang lebih terarah. 

Ia menekankan pentingnya memberikan ruang belajar yang proporsional, khususnya bagi peserta dengan kualifikasi pendidikan tinggi, agar dapat mengasah kemampuan analitis dan profesional secara lebih mendalam.

Ia juga mengingatkan bahwa program magang bukan sekadar aktivitas pelengkap, melainkan bagian dari ekosistem pembentukan kompetensi kerja. Karena itu, keterlibatan aktif institusi dalam merancang penugasan yang relevan menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas output peserta.

Di sisi lain, Yassierli mendorong para peserta untuk tidak memosisikan diri sebagai tenaga tambahan semata, tetapi sebagai pembelajar yang aktif. Disiplin, tanggung jawab, serta kemauan untuk mengeksplorasi pengalaman baru disebut sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Mereka tersebar di berbagai unit layanan, terdiri dari 27 perawat, 13 teknisi listrik dan pendingin udara, serta 8 resepsionis. 

Sejumlah peserta bahkan telah menerima tawaran kerja dari pihak manajemen, mencerminkan adanya kebutuhan riil tenaga kerja yang dapat dijembatani melalui program magang.

Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program magang memiliki potensi besar sebagai jalur transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja, sepanjang dirancang dengan pendekatan yang berbasis kompetensi dan kebutuhan industri. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update