Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa FKG UNAIR Raih Juara 1 MDS Pro 2026, Usung Inovasi Oral Exercise untuk Lansia

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T12:15:34Z
Kilas Java, Surabaya - Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR). Tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi berhasil meraih juara pertama dalam ajang Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) 2026 yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.

Tim tersebut terdiri atas Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro. Mereka tampil unggul dalam cabang lomba karya tulis ilmiah dengan menghadirkan inovasi di bidang kesehatan gigi berbasis pendekatan sederhana namun berdampak luas.

MDS Pro 2026 merupakan kompetisi ilmiah bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai perguruan tinggi. Ajang ini mencakup sejumlah kategori, mulai dari karya tulis ilmiah, poster, cerdas cermat, dental restoration, hingga seminar ilmiah.

Mengusung tema Symphony of Smiles: The Rhythm of Happiness, Transforming Lives, One Smile at a Time, tim FKG UNAIR menawarkan gagasan oral exercise sebagai solusi non-invasif dalam menjaga kesehatan rongga mulut, khususnya bagi kelompok lansia.

Felice menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari fenomena meningkatnya jumlah lansia yang mengalami penurunan fungsi oral. Kondisi itu meliputi berkurangnya kekuatan lidah serta kemampuan mengunyah, yang berimplikasi pada asupan nutrisi dan kualitas hidup secara keseluruhan.

“Kami melihat ada urgensi di masyarakat. Banyak lansia mengalami penurunan fungsi oral, tetapi pendekatan yang digunakan masih terbatas. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi yang sederhana, mudah diterapkan, tetapi tetap berbasis ilmiah,” ujarnya.

Proses penyusunan karya ilmiah tersebut tidak dilakukan secara instan. Tim memulai dengan pemilihan topik yang relevan, dilanjutkan dengan penelusuran literatur secara sistematis. 

Mereka mengkaji berbagai jurnal ilmiah, menyusun analisis dalam bentuk meta-analisis, hingga merancang alat peraga sebagai media pendukung presentasi.

Penggunaan alat peraga menjadi strategi tersendiri untuk memperkuat penyampaian ide. Dengan memanfaatkan barang bekas, mereka menghadirkan visualisasi konsep yang lebih konkret sehingga memudahkan juri dan audiens memahami substansi penelitian.

Di balik capaian tersebut, tantangan tidak terelakkan. Mereka harus membagi fokus antara persiapan lomba dan Ujian Tengah Semester (UTS) yang berlangsung dalam waktu bersamaan.

“Manajemen waktu menjadi kunci. Kami harus tetap menjaga performa akademik sekaligus menyiapkan presentasi lomba secara maksimal. Koordinasi tim dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kami melewati fase tersebut,” ungkap Felice.

Melalui inovasi oral exercise, tim FKG UNAIR berharap pendekatan preventif dan promotif dalam kesehatan gigi dapat semakin diperkuat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia. Pendekatan ini dinilai tidak hanya mudah diterapkan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Felice juga menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dalam proses pengembangan diri, termasuk dalam dunia akademik dan riset.

“Berdoa dan berusaha harus berjalan beriringan. Jangan hanya berhenti pada rencana tanpa aksi. Jangan ragu meminta bantuan dan jangan takut gagal, karena dari situ proses belajar justru terjadi,” ujarnya. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update