Notification

×

Iklan

Iklan

LPTNU Award 2026 Dorong PTNU Perkuat Riset, Inovasi, dan Tata Kelola Kampus

Rabu, 11 Maret 2026 | Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T09:25:25Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) memberikan penghargaan kepada sejumlah ilmuwan, akademisi, mahasiswa, dan tokoh masyarakat dalam Malam Penganugerahan LPTNU Award 2026. Kegiatan tersebut digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa malam (10/3/2026).

Acara ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum malam penganugerahan, seluruh peserta mengikuti seminar nasional yang membahas arah pengembangan pendidikan tinggi NU dalam 15 tahun mendatang.

Seminar tersebut menyoroti dua isu strategis, yakni pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran di perguruan tinggi, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan PTNU. Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi rekomendasi penting bagi pengembangan pendidikan tinggi NU ke depan.

Melalui LPTNU Award, panitia memberikan apresiasi kepada individu maupun lembaga yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kategori Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Berpengaruh, penghargaan diberikan kepada tiga tokoh yang dinilai memiliki dampak signifikan melalui karya riset dan inovasinya.

Di bidang kedokteran, penghargaan diberikan kepada Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D., Guru Besar Universitas Gadjah Mada. Ia memimpin penelitian pengendalian demam berdarah menggunakan teknologi nyamuk ber-Wolbachia. 

Metode tersebut terbukti mampu menurunkan angka kasus demam berdarah hingga sekitar 77 persen di wilayah uji coba di Yogyakarta.

Penghargaan bidang sains terapan diberikan kepada Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D., ilmuwan sains pangan dari International Islamic University Malaysia. Ia dikenal melalui riset pemanfaatan mikroalga serta senyawa bioaktif alami untuk pengembangan pangan dan produk kesehatan halal.

Sementara itu, penghargaan bidang teknologi diberikan kepada Ir. Tri Mumpuni Wiyatno, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA). 

Ia dikenal melalui pengembangan pembangkit listrik mikrohidro berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Selain tokoh ilmuwan, LPTNU juga memberikan penghargaan kepada akademisi PTNU yang memiliki kontribusi penting di bidang riset. Salah satunya Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya yang masuk dalam daftar Top 2% World’s Most Influential Scientists versi Stanford University selama lima tahun berturut-turut.

Pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia dinilai memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional.

Penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari berbagai PTNU di Indonesia yang menorehkan capaian di bidang akademik, olahraga, dan dakwah pada tingkat nasional maupun internasional.

Ketua LPTNU Prof. Dr. H. Ainun Naim, Ph.D., mengatakan LPTNU Award 2026 menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada civitas akademika PTNU di seluruh Indonesia.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar oleh LPTNU sebagai bentuk penghargaan kepada akademisi dan mahasiswa yang selama ini menunjukkan dedikasi dalam pengembangan pendidikan tinggi, baik melalui riset maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh PTNU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan prestasi akademik.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mendorong penguatan kualitas intelektual di lingkungan PTNU, termasuk dalam aspek tata kelola perguruan tinggi agar semakin profesional dan berdaya saing.
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update