Notification

×

Iklan

Iklan

Ramadan 2026, Oak Tree Glamping Resort Batu Hadirkan Menu Nusantara–Timur Tengah

Minggu, 22 Februari 2026 | Februari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T14:00:28Z
KILAS JAVA, BATU – Ramadan selalu menjadi momentum strategis bagi industri perhotelan untuk mendongkrak kunjungan. Paket berbuka puasa bukan sekadar penawaran kuliner, melainkan instrumen mempererat relasi sekaligus menggerakkan okupansi kamar dan trafik kunjungan restoran hotel.

Strategi itu dioptimalkan Oak Tree Glamping Resort yang berlokasi di Jalan Raya Tawangargo, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Hotel bintang empat tersebut menghadirkan paket bertajuk The Grand Glamp Iftar mulai 21 Februari hingga 18 Maret 2026.

Mengusung konsep berbuka di tengah suasana alam, tamu dapat menikmati sajian di Wandira Resto yang mengedepankan aksentuasi arsitektur bambu dan lanskap hijau khas dataran tinggi Batu. Atmosfer tenang menjadi nilai tambah di tengah padatnya agenda Ramadan.

Kitchen Leader Oak Tree Glamping Resort, Ardian Pratomo, menjelaskan variasi menu dirancang dinamis dengan rotasi ganjil dan genap. Konsep tersebut dihadirkan untuk menjaga pengalaman kuliner tetap segar sepanjang bulan suci.

“Ada banyak varian menu yang bakal disuguhkan selama bulan Ramadan. Mulai dari masakan Nusantara hingga Timur Tengah. Suguhan menu yang dihidangkan bervariasi setiap harinya,” ujar Ardian.

Pada tanggal ganjil, pengunjung disuguhi kudapan seperti sosis solo, dadar gulung, klepon, kue lumpur, hingga aneka gorengan seperti tahu isi, lumpia, dan risol. 

Tersedia pula sushi, kolak pisang, dan dawet nangka. Untuk menu utama, tersaji ayam bumbu Bali, nasi goreng Hong Kong, cah pakcoy, sop tahu, shortplate teriyaki, bihun jamur, sambal terong, hingga stall pasta carbonara dan bolognese.

Sementara pada tanggal genap, hidangan pembuka meliputi gulung pisang, pastel, pukis, lumpia, pisang goreng, risol mayo, tahu petis, kolak ubi ungu, dan es kuwut. 

Menu utama antara lain nasi goreng merah, ayam bakar, sambal goreng kentang, mie goreng Jawa, urap-urap, serta short plate blackpepper.

“Kalau pengunjung bosan atau kurang tertarik dengan menu tanggal ganjil, bisa memilih di tanggal genap, atau sebaliknya,” imbuhnya.

Menurut Ardian, kekuatan utama sajian terletak pada eksplorasi bumbu rempah yang dominan, baik pada menu Nusantara maupun Timur Tengah. Cita rasa yang kaya menjadi diferensiasi dibanding paket iftar di tempat lain.

Satu ikon yang dipertahankan sepanjang Ramadan adalah Arabian stall yang menghadirkan nasi kebuli dan kopi kurma berbahan konsentrat kurma yang dipadukan dengan kopi serta susu. Selain itu tersedia chicken cajun dan aneka jus buah segar.

HRD Oak Tree Glamping Resort, Agung Prasetyo, menegaskan paket The Grand Glamp Iftar terbuka untuk umum, tidak terbatas bagi tamu menginap. Harga yang ditawarkan relatif kompetitif, yakni Rp125 ribu per pax dengan konsep all you can eat.

“Ada promo bayar 9 gratis 1. Di momen Ramadan tahun ini, kami sekaligus ingin lebih antusias memanjakan para tamu yang ingin menikmati menu berbuka puasa,” ujarnya.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menilai skema paket berbuka di hotel efektif menjaga stabilitas okupansi selama Ramadan. Ia memperkirakan strategi tersebut mampu mendongkrak tingkat kunjungan hingga 50 persen.

“Biasanya tamu-tamu hotel yang mendominasi saat bulan puasa. Paket buka puasa ini sekaligus cara beradaptasi ketika penyelenggaraan buka bersama di hotel jarang digelar. Makanya dikemas pax kecil dengan skema all you can eat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyambut positif inovasi pelaku industri perhotelan. Menurutnya, subsektor kuliner memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat daya tarik destinasi.

Ia menyebut, kuliner bukan sekadar pelengkap perjalanan wisata, tetapi menjadi magnet belanja dan penggerak ekonomi kreatif daerah. Ragam sajian yang ditawarkan hotel-hotel di Kota Batu memperkaya referensi wisata kuliner sekaligus mempertegas identitas daerah sebagai destinasi berbasis pengalaman.

“Disparta Kota Batu berkomitmen memacu destinasi wisata kuliner. Beberapa event pernah kami gelar, seperti Batu Street Food Festival bekerja sama dengan PHRI maupun Culinary Festival,” paparnya. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update