Kilas Java, Jakarta — Pelayanan publik di sektor transportasi kian menegaskan posisinya sebagai instrumen strategis negara dalam menjamin keselamatan berlalu lintas, ketertiban administrasi kendaraan bermotor, serta kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban hukum dan fiskal.
Di tengah kompleksitas mobilitas dan meningkatnya risiko kecelakaan, kolaborasi lintas sektor antara POLRI, pemerintah daerah, dan Jasa Raharja menjadi fondasi penting dalam membangun sistem layanan yang terintegrasi, cepat, dan berkeadilan.
Penguatan tata kelola transportasi nasional tersebut tidak semata berorientasi pada aspek teknis lalu lintas, melainkan juga pada kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Sinergi dengan Korps Lalu Lintas POLRI menjadi elemen kunci dalam memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, responsif, dan manusiawi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui peningkatan budaya tertib berlalu lintas.
Sebagai bagian dari Tim Pembina Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), Jasa Raharja terus mendorong integrasi kebijakan dan data kendaraan bermotor lintas instansi.
Harmonisasi pengelolaan pajak daerah, validasi registrasi kendaraan, serta penguatan penegakan hukum menjadi satu kesatuan ekosistem layanan publik yang bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Kepatuhan tersebut tidak hanya berdampak pada penerimaan daerah, tetapi juga menjadi fondasi keberlanjutan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat luas.
Komitmen kolaboratif itu mendapat pengakuan dalam momentum Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Jasa Raharja ke-65. Pada kesempatan tersebut, Jasa Raharja memberikan apresiasi kepada para mitra kerja strategis yang dinilai berkontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola transportasi nasional.
Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, antara lain Kategori Regulator, Kategori Mitra Strategis POLRI, serta Kategori Kolaborasi Peningkatan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas sinergi lintas sektor yang terbangun secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut dia, kolaborasi antara regulator, POLRI, dan mitra strategis lainnya merupakan fondasi utama dalam menjalankan mandat negara di bidang perlindungan dasar bagi korban kecelakaan.
"Kolaborasi ini memastikan keselamatan berlalu lintas, kepatuhan wajib pajak, dan sistem perlindungan korban kecelakaan berjalan selaras. Dengan demikian, negara benar-benar hadir melalui pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkeadilan," ujar Awaluddin.
Ia menambahkan, dukungan kebijakan, penegakan hukum, serta peningkatan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peran Jasa Raharja, dalam konteks ini, tidak hanya sebagai penyedia santunan, tetapi juga sebagai instrumen negara dalam menjaga keberlanjutan perlindungan sosial.
Pada Kategori Mitra Strategis POLRI, penghargaan diberikan kepada Kepala Korps Lalu Lintas POLRI, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, atas sinergi strategis dalam peningkatan keselamatan berlalu lintas dan pelayanan korban kecelakaan.
Penghargaan juga diterima Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Aan Suhanan, atas kinerja dalam penguatan regulasi transportasi darat yang berorientasi pada pelayanan publik dan kepatuhan hukum.
Apresiasi serupa diberikan kepada Direktur Penegakan Hukum Korlantas POLRI, Brigjen Pol. Faizal, atas kontribusinya dalam penegakan hukum lalu lintas dan penanganan korban kecelakaan, serta kepada Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas POLRI, Brigjen Pol. Prianto, atas perannya dalam revitalisasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tingkat nasional sebagai ruang koordinasi lintas sektor.
Sementara itu, pada Kategori Kolaborasi Peningkatan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak, penghargaan diberikan kepada Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, atas dukungan kebijakan hubungan keuangan pusat dan daerah yang mendorong kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Jasa Raharja juga memberikan apresiasi kepada Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas POLRI, Brigjen Pol. Wibowo, terkait penguatan validitas data kendaraan bermotor sebagai basis penegakan hukum dan pelayanan publik.
Kepala Korlantas POLRI, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan berkendara, menurut dia, merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan.
Sinergi dengan Jasa Raharja, termasuk kehadiran aktif petugas Jasa Raharja di lapangan, sangat penting untuk memastikan korban kecelakaan mendapatkan penanganan yang cepat, profesional, dan manusiawi, kata Agus.
Dengan semangat melayani sepenuh hati, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor. Upaya ini diarahkan tidak hanya pada peningkatan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi, tetapi juga pada penguatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai wujud nyata kehadiran negara. (Ir).



