Dana TJSL KAI Daop 8 Surabaya Naik 57 Persen, UMKM Batik Mojokerto Tembus Indonesia Fashion Week 2026
0 menit baca
KILAS JAVA, SURABAYA - Dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengalami peningkatan signifikan pada Semester I 2026. Tak sekadar menyalurkan bantuan sosial, perusahaan pelat merah itu mulai memperkuat perannya sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian lingkungan, hingga pembangunan fasilitas publik.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyalurkan dana TJSL sebesar Rp245.288.000. Nilai tersebut meningkat sekitar 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp156.659.000.
Peningkatan alokasi dana itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas manfaat keberadaan BUMN di tengah masyarakat.
Di luar fungsi utamanya sebagai penyedia layanan transportasi perkeretaapian, KAI Daop 8 Surabaya juga berupaya memperkuat pembangunan sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi warga, serta mendorong pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.
Program TJSL yang dijalankan menyasar berbagai sektor kebutuhan masyarakat. Bantuan diberikan untuk pembangunan sarana peribadatan, dukungan kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga kemasyarakatan, penyaluran paket sembako, bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha, dukungan bagi panti rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik, kegiatan penghijauan, hingga penyediaan fasilitas umum.
Di sisi lain, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu fokus utama perusahaan. KAI Daop 8 Surabaya secara berkelanjutan melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM melalui pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan daya saing agar mampu berkembang secara mandiri.
Salah satu hasil pembinaan tersebut terlihat dari perkembangan Batik Bu Dar, UMKM asal Mojokerto yang menjadi mitra binaan KAI Daop 8 Surabaya.
Mengusung kekayaan motif batik lokal, pelaku usaha ini berhasil memperluas jangkauan pemasaran dan dipercaya mewakili UMKM binaan KAI tampil dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Partisipasi Batik Bu Dar di panggung fesyen nasional menjadi pencapaian penting bagi industri kreatif daerah.
Kehadiran produk batik khas Mojokerto pada ajang tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas, memperkuat jejaring bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional.
Keberhasilan itu juga mencerminkan arah baru program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.
Pembinaan dilakukan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memiliki peluang menembus pasar yang lebih kompetitif.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan program TJSL merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
"Sebagai BUMN yang hadir di tengah masyarakat, KAI tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, selamat, dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui program TJSL, kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," ujar Mahendro.
Menurut Mahendro, pembinaan UMKM menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menilai keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha lokal mampu menghasilkan peluang baru bagi produk daerah untuk bersaing di pasar nasional.
"Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. KAI berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan," katanya.
Pada periode berikutnya, KAI Daop 8 Surabaya menargetkan program TJSL terus dijalankan secara konsisten, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan akan menjadi bagian dari upaya memperluas dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan. (Nayla).