Notification

×

Iklan

Iklan

TEDxITS 2026 Angkat Tema Point of View, Ajak Generasi Muda Lihat Dunia dari Beragam Perspektif

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T16:27:35Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan forum inspiratif TEDxITS 2026 di Auditorium Gedung Pusat Riset ITS, Minggu (7/6). Mengusung tema Point of View, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan beragam gagasan tentang kehidupan, ilmu pengetahuan, kreativitas, hingga perubahan sosial melalui perspektif yang berbeda.

Tema yang diangkat tahun ini menegaskan bahwa realitas tidak selalu dapat dipahami secara sederhana. Berbagai persoalan membutuhkan sudut pandang yang lebih luas agar melahirkan pemahaman yang utuh sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovasi.

Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Ryan Adi Djauhari S.I.Kom., M.I.Kom. menegaskan bahwa dunia tidak pernah benar-benar hitam dan putih. Menurutnya, perbedaan cara pandang bukanlah arena untuk menentukan siapa yang paling benar, melainkan kesempatan untuk menumbuhkan empati, simpati, dan gagasan baru.

“Cerdas tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang cara kita bersikap dan membuka pikiran,” ujarnya.

Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah pemaparan Raihan Raqilah Setiawan ST MT atau yang dikenal sebagai Material Raqil. Melalui presentasi bertajuk Mindset Material, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS tersebut mengajak audiens memahami bahwa satu perspektif saja tidak cukup untuk melihat suatu hal secara menyeluruh.

Raqil menjelaskan bahwa karakteristik material tidak hanya ditentukan oleh bentuk fisiknya. Struktur internal, proses pengolahan, hingga tujuan penggunaannya turut memengaruhi kualitas dan performa suatu material. Karena itu, penilaian terhadap sesuatu tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Yang lebih kuat tidak selalu lebih bagus karena setiap sifat punya nilai positif dan negatifnya masing-masing,” tuturnya.

Ia kemudian menarik analogi tersebut ke dalam kehidupan manusia. Menurutnya, seseorang tidak dapat dinilai hanya dari apa yang tampak di permukaan. Seperti halnya material yang mengalami proses pengolahan hingga menghasilkan karakter tertentu, manusia juga berkembang melalui pengalaman, pembelajaran, dan berbagai proses kehidupan.

“Jangan terlalu cepat menilai karena selalu ada perspektif lain yang perlu dilihat,” pesannya kepada peserta.

Sementara itu, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI periode 2014–2016, Sudirman Said, membagikan pengalaman lintas sektor yang telah dijalaninya, mulai dari pelayanan publik, gerakan sosial, hingga dunia korporasi. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perjalanan hidup tidak selalu berlangsung secara linier.

Menurut Sudirman, perubahan sering kali lahir ketika seseorang berani menerima gagasan baru dan keluar dari pola pikir yang telah mapan. Keberanian untuk memasuki wilayah yang belum dikenal menjadi salah satu syarat penting bagi pertumbuhan diri.

“Untuk bertumbuh, seseorang harus berani menerobos zona nyamannya,” tegasnya.

Berbagai perspektif lain juga hadir melalui para pembicara TEDxITS 2026. Intan Fitri Hardyanti mengajak peserta memahami posisi di antara dua pilihan sebagai ruang untuk memperluas wawasan. Ariq Naufal menyoroti pentingnya menyusun gagasan secara sistematis agar pesan dapat diterima dan memberi makna bagi orang lain.

Diya Afi membahas kegagalan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar. Baginya, kegagalan bukan sekadar hambatan, melainkan medium untuk mengenali diri sekaligus memperkuat ketahanan mental.

Perspektif sosial dan lingkungan turut menjadi perhatian melalui paparan Aeshnina Azzahra Aqilani yang mendorong generasi muda lebih peka terhadap persoalan yang sering luput dari perhatian publik. 

Sementara itu, Maheswara Yogha Putra Al-Araha membahas fenomena kebuntuan yang kerap muncul ketika seseorang memulai langkah dengan target yang terlalu besar tanpa membaginya menjadi tahapan yang lebih realistis.

Di sisi lain, Zeta Raniry Abidin menghadirkan perspektif tentang ekspresi dan warna sebagai medium komunikasi manusia. Ia menunjukkan bahwa makna tidak selalu harus diterjemahkan melalui kata-kata karena ekspresi visual sering kali mampu menyampaikan pesan yang lebih mendalam.

Melalui rangkaian gagasan yang beragam, TEDxITS 2026 menghadirkan ruang refleksi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk memahami bahwa setiap persoalan dapat dilihat dari banyak sisi. 

Perbedaan perspektif bukan sekadar menghadirkan alternatif cara pandang, melainkan juga membuka peluang lahirnya empati, kreativitas, serta keberanian untuk mengambil langkah baru dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update