Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Surabaya ke Taiwan, Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Berhasil Raih Double Degree

Selasa, 09 Juni 2026 | Juni 09, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T10:35:55Z
KILAS JAVA,SURABAYA – Apa yang dulu hanya sebatas angan, kini berubah menjadi kenyataan bagi tiga mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Berasal dari latar belakang ekonomi yang sederhana, mereka berhasil menembus pendidikan internasional, meraih gelar ganda (double degree) di Taiwan, hingga menatap peluang karier di kancah global.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, dan Muhammad Halili. Mereka menjadi bagian dari tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Unusa yang resmi diwisuda di St. John's University pada Sabtu (6/6/2026).

Pencapaian itu diraih melalui Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE), hasil kerja sama Unusa dengan St. John’s University Taiwan. Program yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Taiwan tersebut dirancang untuk mencetak talenta internasional melalui integrasi pendidikan tinggi dan pengalaman industri.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan di lingkungan akademik internasional, tetapi juga memperoleh pengalaman bekerja langsung di perusahaan-perusahaan Taiwan. Kombinasi itu menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan industri global yang terus berkembang.

Bagi Muhammad Halili, perjalanan akademik di Taiwan menghadirkan pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Salah satu hambatan terbesar yang dihadapinya adalah perbedaan bahasa dan budaya.

Ia mengaku membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan penggunaan bahasa Mandarin dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, perubahan cuaca empat musim yang sangat berbeda dengan Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri.

“Awalnya cukup berat karena bahasa Mandarin dan lingkungan yang benar-benar baru. Namun seiring waktu kami mulai beradaptasi. Kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi kami juga semakin berkembang,” ujarnya.

Tantangan serupa juga dirasakan oleh Birrul Walidain Al Musthofa. Namun, menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri sekaligus merasakan atmosfer kerja industri menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Kami memperoleh kesempatan untuk memahami dunia kerja secara langsung. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri dan memiliki gambaran yang lebih luas tentang persaingan global,” katanya.

Sementara itu, Muchsin Maulana menilai kesempatan yang diperolehnya menjadi bukti bahwa akses pendidikan mampu membuka jalan perubahan bagi generasi muda. Sebagai penerima KIP-K, ia tidak pernah membayangkan dapat menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.

“Tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Kami belajar bersama mahasiswa dari berbagai negara, mengenal budaya yang berbeda, dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk masa depan,” ungkapnya.

Selama berada di Taiwan, ketiganya juga harus beradaptasi dengan berbagai aspek kehidupan baru, mulai dari pola konsumsi makanan, biaya hidup, hingga menjalani kehidupan sebagai minoritas Muslim. Berbagai pengalaman tersebut justru membentuk karakter yang lebih mandiri dan tangguh.

Momen wisuda yang mereka jalani pun menyisakan kesan emosional. Keluarga yang berada di Indonesia tidak dapat hadir secara langsung di Taiwan. Meski demikian, prosesi kelulusan tetap dapat disaksikan melalui siaran langsung yang menjadi penghubung antara perjuangan mereka di luar negeri dan kebanggaan keluarga di tanah air.

Setelah menyelesaikan pendidikan, ketiganya berencana melanjutkan perjalanan profesional di Taiwan. Pengalaman belajar dan bekerja yang telah mereka peroleh dinilai menjadi modal penting untuk membangun karier internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi dan industri global.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Tri Yogi Yuwono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia ketika mendapatkan dukungan dan akses pendidikan yang memadai.

Menurutnya, program-program internasional yang dikembangkan Unusa merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional lintas negara, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di era globalisasi. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update