Notification

×

Iklan

Iklan

Mudik Bersama Panasonic 2026, Menaker Dorong Perusahaan Lebih Manusiakan Pekerja

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T13:15:54Z
Kilas Java, Jakarta – Mudik bagi pekerja bukan sekadar mobilitas tahunan menjelang Idulfitri. Ia adalah ruang emosional yang mempertemukan kembali individu dengan akar sosialnya: keluarga, kampung halaman, dan identitas personal yang kerap tereduksi dalam rutinitas kerja. Dalam konteks itu, negara mulai menegaskan bahwa praktik mudik bersama bukan lagi agenda simbolik, melainkan bagian dari pendekatan yang lebih manusiawi dalam hubungan industrial.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan hal tersebut saat melepas keberangkatan 1.431 pekerja dalam program mudik bersama di kantor pusat PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Sebanyak 25 armada bus disiapkan untuk mengantar para pekerja menuju berbagai daerah tujuan.

Di hadapan jajaran manajemen dan pekerja, Yassierli menekankan bahwa relasi industrial yang sehat tidak cukup dibangun melalui kepatuhan terhadap regulasi formal semata. Menurutnya, dimensi kemanusiaan harus menjadi fondasi yang mengikat antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan tenaga kerja.

Mudik pekerja, lanjutnya, merupakan representasi konkret dari perhatian perusahaan terhadap aspek kesejahteraan non-material. Bagi pekerja, kepastian dapat pulang dengan aman dan difasilitasi perusahaan menciptakan rasa dihargai. Sementara bagi perusahaan, langkah tersebut memperkuat kepercayaan serta loyalitas, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas jangka panjang.

Ia juga menilai bahwa perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan tidak bisa semata-mata memosisikan pekerja sebagai instrumen produksi. Di balik capaian target dan kinerja finansial, terdapat dimensi sosial yang harus dirawat secara berkelanjutan, terutama dalam momentum penting seperti hari raya keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Yassierli mengapresiasi peran Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL–KSARBUMUSI yang dinilai aktif menjembatani kepentingan anggota dengan manajemen perusahaan. Kolaborasi semacam ini, menurutnya, menjadi prasyarat utama dalam membangun hubungan industrial yang adaptif, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

Selain sektor formal, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pekerja di sektor ekonomi digital. Yassierli mengungkapkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto telah melakukan 11 kali dialog intensif dengan perusahaan aplikator untuk membahas kesejahteraan mitra pengemudi ojek online dan kurir.

Hasil dari proses tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Bonus Hari Raya (BHR) yang tahun ini disepakati naik hingga dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan perlindungan sosial, termasuk bagi pekerja dengan status kemitraan yang selama ini berada di area abu-abu regulasi ketenagakerjaan.

Yassierli menekankan bahwa meskipun hubungan antara aplikator dan pengemudi bersifat kemitraan, semangat yang dibangun tetap harus berlandaskan prinsip keadilan dan kesejahteraan bersama. Ia menyebut pendekatan ini sebagai bentuk adaptasi kebijakan terhadap dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.

Sementara itu, Komisaris Utama Panasonic Gobel, Rahmat Gobel, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap dunia industri nasional. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan seperti ini mencerminkan komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan perlindungan tenaga kerja.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sektor manufaktur di tengah tantangan global. Dukungan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan pekerja dinilai akan memperkuat daya tahan industri sekaligus meningkatkan kualitas hubungan kerja di tingkat perusahaan. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update