Kilas Java, Surabaya - Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya) resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2026–2029 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Perpustakaan lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur yayasan, rektorat, serta dekanat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran alumni dalam ekosistem akademik.
Ketua Umum IKA Ubaya Ivan Cahyadi dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi alumni untuk menjaga keseimbangan sebagai bagian integral dari seluruh civitas akademika universitas.
Menurutnya, arah tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program kerja yang dirancang oleh masing-masing departemen kepengurusan.
Ia menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah membangun fondasi kuat bagi hubungan yang lebih erat antara alumni dan kampus. Ikatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap almamater.
“Kami ingin membangun fondasi awal untuk menghadirkan jembatan penghubung bagi seluruh civitas akademika. Harapannya, terbentuk rasa self belonging yang kuat terhadap universitas tercinta,” ujarnya.
Sementara itu Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto menilai keberadaan alumni memiliki posisi strategis dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi. Alumni, kata dia, merupakan representasi nyata dari kualitas pendidikan yang dihasilkan universitas.
Menurutnya, organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mitra penting dalam pengembangan institusi. Peran tersebut terutama dalam membangun koneksi antara dunia akademik dengan dunia profesional.
“Ikatan alumni adalah mitra strategis universitas dalam menghadapi tantangan zaman. IKA Ubaya mengambil peran konkret sebagai penghubung antara alumni dan dunia kerja,” kata Benny.
Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya Anton Priyatno turut mengingatkan pentingnya solidaritas di antara para alumni. Ia menekankan bahwa semangat saling mendukung dan berbagi informasi harus terus dijaga sebagaimana komitmen yang disampaikan saat prosesi wisuda.
Menurutnya, dinamika zaman boleh berubah, namun nilai penghargaan terhadap sejarah dan kontribusi para pendahulu tetap harus dipelihara. Apalagi, tahun ini organisasi alumni Ubaya memasuki momentum penting dalam perjalanannya.
“Sesama alumni harus bisa bekerja sama, saling membantu, dan berbagi informasi. Zaman boleh berubah, tetapi kita tidak boleh melupakan sejarah serta menghargai para pendahulu yang telah membangun ikatan alumni hingga memasuki dies natalis ke-50 tahun ini,” ujar Anton.
Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan cinderamata dari Ketua Umum IKA Ubaya periode 2026–2029 kepada Badan Pengurus Harian (BPH) periode 2021–2025 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi kepengurusan sebelumnya.
Mewakili pengurus lama, Erwin H. Poedjono menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia juga menegaskan kesiapan para alumni senior untuk terus mendukung berbagai program kerja yang akan dijalankan ke depan.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Ivan Cahyadi secara resmi mengambil sumpah dan janji jabatan 34 pengurus yang berasal dari perwakilan sembilan fakultas di Universitas Surabaya.
Enam di antaranya tergabung dalam Badan Pengurus Harian, yakni Johanes Dipa Widjaja sebagai Wakil Ketua Umum, Fredy Limpahala sebagai Sekretaris Jenderal, Inayah Sri Wardhani sebagai Sekretaris Umum, Popy Adhi Nurlistyorini sebagai Wakil Sekretaris, Yudi Hartono sebagai Bendahara Umum, serta Erlin sebagai Wakil Bendahara.
Pelantikan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Para pengurus baru diharapkan mampu memperkuat konektivitas alumni sekaligus memperluas jejaring profesional lintas generasi.
Seno Medianto Prabowo, salah satu pengurus yang dilantik, menyampaikan harapan agar kepemimpinan Ivan Cahyadi mampu membawa organisasi alumni semakin aktif dan berdampak.
Ia menilai pengalaman Ivan sebagai Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk menjadi modal penting dalam mengembangkan jaringan dan kontribusi alumni.
Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan berbagai program strategis yang telah disusun, sekaligus memperkuat relasi antaralumni setelah menyelesaikan studi di Universitas Surabaya.
Moto organisasi Bersama Berdaya, Berkarya, dan Berdampak menjadi semangat kolektif dalam perjalanan organisasi alumni ke depan. (Je).

