Notification

×

Iklan

Iklan

Stimulus Ekonomi Triwulan I, Tarif Kereta Dipangkas 30 Persen Jelang Lebaran

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T07:29:38Z
KILAS JAVA, SURABAYA - Pemerintah mengerem potensi lonjakan biaya mudik dengan memberi insentif tarif transportasi. Diskon tiket kereta api sebesar 30 persen diberlakukan untuk perjalanan 14–29 Maret 2026, menjelang dan setelah Idul Fitri. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi Triwulan I 2026.

Langkah tersebut diumumkan dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengelolaan mobilitas masyarakat menjadi instrumen penting menjaga pertumbuhan ekonomi pada momentum hari besar keagamaan nasional.

“Pemerintah mengoptimalkan perjalanan masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi untuk meningkatkan mobilitas, mendorong pariwisata, serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Transportasi publik diposisikan bukan sekadar sarana perpindahan orang, melainkan bagian dari strategi menjaga daya beli dan memperluas distribusi aktivitas ekonomi selama periode mudik dan arus balik.

Menindaklanjuti kebijakan itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyiapkan hampir 200 ribu tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang dapat dibeli melalui seluruh kanal resmi penjualan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memastikan implementasi diskon dilakukan secara tertib dan transparan melalui sistem digital resmi perusahaan.

“Kami menyiapkan hampir 200 ribu tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam skema diskon stimulus 30 persen,” kata Mahendro.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, KAI Daop 8 juga mengoperasikan kereta tambahan dengan kapasitas lebih dari 90 ribu tempat duduk. Tiket kereta tambahan mulai tersedia di platform resmi, termasuk aplikasi Access by KAI, pada 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB.

Data awal menunjukkan respons pasar cukup tinggi. Hingga Rabu, 11 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, sebanyak 115.847 tiket kereta api jarak jauh reguler untuk periode keberangkatan 11–28 Maret 2026 telah terjual.

Puncak pemesanan sementara tercatat pada 18 Maret dengan 12.386 tiket. Disusul 19 Maret sebanyak 11.433 tiket, 17 Maret sebanyak 10.098 tiket, dan 24 Maret sebanyak 9.009 tiket.

KAI menyebut di luar tanggal favorit tersebut, ketersediaan tiket masih relatif longgar. Perencanaan perjalanan yang lebih fleksibel dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh harga terbaik sekaligus menghindari kepadatan ekstrem.

Relasi tujuan yang paling diminati meliputi Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Bandung, dan Ketapang. Rute-rute ini konsisten menjadi tulang punggung mobilitas antarkota di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.

Kebijakan diskon tarif 30 persen ini memperlihatkan dua kepentingan yang berjalan beriringan: menjaga daya beli masyarakat dan memastikan mobilitas tetap terkendali. Pemerintah bertaruh pada efek pengganda konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran untuk menopang pertumbuhan ekonomi awal tahun.

Di sisi operator, kesiapan kapasitas dan distribusi tiket menjadi kunci agar stimulus tidak justru memicu disrupsi operasional.

“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini dan melakukan pembelian melalui kanal resmi agar perjalanan mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” ujar Mahendro.

Dengan kombinasi diskon tarif dan penambahan kapasitas, pemerintah berharap arus mudik 2026 tidak hanya terkendali, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update