Notification

×

Iklan

Iklan

Rakor Lintas Sektoral Nataru 2025–2026, Jasa Raharja Siapkan Layanan Santunan Cepat dan Terintegrasi

Kamis, 18 Desember 2025 | Desember 18, 2025 WIB Last Updated 2025-12-18T09:22:44Z
Kilas Java, Jakarta - Menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan publik dan keselamatan transportasi melalui sinergi lintas sektor. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Rakor yang mengusung tema Mewujudkan Paradigma Baru Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam Semangat Transformasi Polri ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. 

Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudi Purwaghandi, perwakilan TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Forum lintas sektoral ini menjadi wadah strategis untuk memastikan kesiapan pengamanan, pelayanan publik, serta keselamatan transportasi selama periode Nataru 2025–2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja memaparkan langkah percepatan jaminan asuransi kecelakaan sekaligus penguatan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui integrasi sistem dan koordinasi antarlembaga.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menekankan bahwa fokus utama kesiapan layanan Nataru terletak pada kecepatan penanganan korban dan penguatan sinergi lintas sektor. 

Melalui interoperabilitas sistem dengan Polri, Direktorat Jenderal Dukcapil, BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan perbankan, Jasa Raharja memastikan proses layanan santunan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan tanpa hambatan administratif.

“Rata-rata penyelesaian santunan korban meninggal dunia kini mencapai 1 hari 4 jam. Ini merupakan hasil integrasi sistem yang terus kami perkuat,” ujar Dewi.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Jasa Raharja menyiagakan lebih dari 2.000 personel di tingkat nasional, termasuk tim reaksi cepat, serta memperkuat pemantauan data kecelakaan lalu lintas secara real time. 

Monitoring dilakukan melalui integrasi dengan sistem IRSMS Polri dan platform JR-Care yang telah diterapkan di seluruh rumah sakit mitra Jasa Raharja.

Menurut Dewi, langkah ini memastikan korban kecelakaan lalu lintas memperoleh penanganan medis dan hak santunan sejak awal kejadian. 

“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain percepatan layanan jaminan, Jasa Raharja juga mengintensifkan upaya pencegahan kecelakaan melalui penguatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kampanye keselamatan berkendara, edukasi pertolongan pertama gawat darurat, ramp check sarana transportasi, serta pemasangan rambu imbauan keselamatan di ribuan titik rawan kecelakaan. 

Selama Operasi Lilin 2025, petugas Jasa Raharja akan aktif berkoordinasi di pos pelayanan terpadu dan sejumlah lokasi strategis.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetya menjelaskan bahwa pengamanan Nataru 2025–2026 akan difokuskan pada pengelolaan arus lalu lintas dan antisipasi berbagai potensi gangguan yang menyertai lonjakan mobilitas masyarakat. 

Polri bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari penerapan ganjil-genap, contra flow, hingga one way yang disesuaikan dengan dinamika di lapangan.

Rekayasa lalu lintas tersebut tidak hanya diterapkan di ruas jalan tol, tetapi juga pada jalur non-tol, kawasan wisata, pelabuhan penyeberangan, serta titik-titik rawan kepadatan lainnya. 

Selain itu, pengamanan Nataru kali ini juga memberi perhatian khusus terhadap potensi bencana alam, seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Kapolri, lanjut Dedy, telah menginstruksikan seluruh jajaran dan stakeholder terkait untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, personel, serta peralatan guna menghadapi situasi kontingensi apabila terjadi bencana alam.

Menutup rangkaian rakor, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pelayanan publik yang andal, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat selama periode Nataru 2025–2026. 

Dengan kesiapsiagaan petugas, penguatan sistem digital terintegrasi, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, Jasa Raharja siap memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban kecelakaan lalu lintas secara cepat dan tepat sebagai wujud melayani sepenuh hati.
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update