Notification

×

Iklan

Iklan

100 Tumpeng dan Kirab Warnai Malam Tahun Baru Islam di Masjid As-Sa'adah

Senin, 08 Juli 2024 | Juli 08, 2024 WIB Last Updated 2024-07-14T14:44:02Z

KILASJAVA.COM, SURABAYA - Menyambut datangnya tahun baru Islam 1446 H,  Masjid Jamik As-Sa'adah, Keputih, Surabaya menggelar beragam acara yang dilaksanakan di halaman masjid, pada Sabtu malam (7/7/2024).

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil dan surah yasin serta melaksanakan ibadah salat tasbih yang diikuti masyarakat sekitar.

Hal ini menurut Ketua Takmir Masjid As-Sa'adah, Nurkholis, S.Pd., sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat Allah dan bentuk penghambaan sebagai khalifah.

Meskipun gerimis, tidak mengurangi antusias warga untuk


mengikuti acara yang menjadi agenda tahunan masjid as-sa'adah hingga usai.

Sbanyak 100 tumpeng disediakan oleh pihak masjid yang nantinya dapat dinikmati di penghujung acara.

Selain itu, sebelum acara inti dimulai, kirab islami yang merupakan acara yang ditunggu masyarakat mewarnai peringatan tahun baru Islam kali ini.

Di sepanjang jalan dari awal hingga kembali ke masjid para warga yang mengikuti kirab melantunkan selawat atas nabi sebagai puji-pujian kepada kekasih Allah, Muhammad SAW.

"Alhamdulillah, pada tahun ketiga ini, peringatan tahun baru Islam lebih meriah dan semakin banyak partisipasi dari masyarakat," ujar Nurkholis.

Namun demikian, lanjut Nurkholis, tujuan utama acara ini adalah mengajak masyarakat dari semua elemen untuk berdoa setahun ke depan agar mendapatkan keselamatan kesejahteraan dan senantiasa hidup dalam kerukunan.

"Harapan kita semoga tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya," tuturnya.

Ia menambahkan, berbagai inovasi dan kreasi dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam menyambut tahun baru Islam.

"Rangkaian kegiatan ini kita kemas dengan memadukan antara seni dan budaya yang ada di Keputih, di samping merangkul anak-anak pesilat, juga ada "uji-ujian" (hadiah yang digantung dan boleh diambil setelah ada komando dari panitia, red), kemudian ada juga kembang api," tambah Nurkholis.

Ia menyebut, 100 tumpeng merupakan gambaran dari angka sempurna, yang bisa diperlambangkan dengan wujud Allah yang maha ghaib dan perwujudan tauladan dari Baginda Rasulullah Muhammad SAW dengan harapan Allah melimpahkan rahmatnya melalui Rasulullah yaitu mendapatkan syafaat.

"Dengan demikian kami berharap masyarakat Keputih menjadi Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, dunia akhirat," tutupnya.

Di akhir, Nurkholis menyampaikan, peringatan tahun baru Islam ini bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga sebuah ajakan untuk meningkatkan spiritualitas dan harmoni sosial dalam masyarakat. 

Dengan merangkul berbagai aspek kehidupan lokal dan spiritualitas Islam, Masjid Jamik As-Sa'adah membangun sebuah acara yang bermakna bagi jemaah dan seluruh komunitas Keputih. (Mwd).

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update