BREAKING NEWS

Jejak KM Virgo Transport 8 Terungkap, AISITS ITS Rekam Perjalanan Kapal Sebelum Hilang Kontak

Kilas Java, Surabaya - Hilangnya KM Virgo Transport 8 di Selat Madura kembali memperlihatkan pentingnya teknologi pemantauan kapal dalam menjaga keselamatan pelayaran. Melalui sistem Automatic Identification System of ITS (AISITS), pergerakan kapal tersebut masih dapat ditelusuri berdasarkan rekaman data digital sebelum sinyalnya berhenti diterima sistem.

Pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc menjelaskan, AISITS merekam perjalanan KM Virgo Transport 8 secara detail melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS.

Berdasarkan catatan tersebut, kapal diketahui berangkat dari Terminal Jamrud Selatan pada 12 September sekitar pukul 10.00 WIB. Saat masih berada di kawasan pelabuhan, KM Virgo Transport 8 bergerak dengan kecepatan relatif rendah, yakni antara 0,3 hingga 3,5 knots.

Pergerakan kapal kemudian berubah setelah memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Kecepatan kapal meningkat hingga berada pada kisaran 12 sampai 14 knots.

Dhimas menyebut, ketika kapal mencapai wilayah sekitar Karang Jamuang pada pukul 12.00 WIB, sistem AISITS mencatat kapal melaju secara stabil dengan kecepatan 13 hingga 14 knots.

“Melalui server AISITS, perjalanan kapal kemudian melanjut ke arah timur laut menuju Banjarmasin, Kalimantan,” kata Dhimas.

Rekaman terakhir AISITS menunjukkan KM Virgo Transport 8 masih mengirimkan data pada pukul 22.33 WIB dengan kecepatan 12,9 knots. Setelah itu, sistem tidak lagi menerima informasi pergerakan kapal.

Menurut Dhimas, terdapat sejumlah kemungkinan yang menyebabkan data kapal berhenti masuk ke sistem. Salah satunya karena kapal telah berada di luar jangkauan pemantauan AISITS. Kemungkinan lainnya adalah perangkat AIS transponder yang berada di kapal tidak lagi mengirimkan sinyal.

Sebagai sistem pemantauan maritim, AISITS memiliki peran penting dalam membantu proses analisis terhadap berbagai kejadian di laut. Data historis pergerakan kapal dapat digunakan untuk melihat pola pelayaran, termasuk mendeteksi kapal yang keluar dari jalur atau berada di area yang berisiko seperti kawasan pipa bawah laut dan offshore platform.

Selain mendukung proses investigasi kecelakaan, AISITS juga memiliki sejumlah fitur untuk memperkuat pengawasan wilayah laut. Fitur tersebut mencakup early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, serta smart buoy monitoring.

Sistem pemantauan tersebut juga dilengkapi dengan predictive maneuvering plan, informasi kondisi cuaca, serta peta kepadatan lalu lintas kapal atau heat maps. Informasi tersebut dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi maupun command center yang berada di kawasan pesisir.

Dhimas menjelaskan, kemampuan pemantauan secara cepat memberikan dukungan bagi pihak terkait dalam menjaga keamanan lalu lintas laut dan mencegah potensi gangguan terhadap fasilitas vital di perairan Indonesia.

Pengembangan AISITS menjadi bagian dari upaya ITS menghadirkan inovasi teknologi untuk menjawab tantangan keselamatan maritim. Integrasi pelacakan kapal secara real-time dan analisis data pergerakan kapal memberikan pendekatan baru dalam pengawasan aktivitas pelayaran.

Teknologi AISITS juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan industri, inovasi, dan infrastruktur maritim yang selaras dengan SDGs ke-9. Selain itu, sistem pemantauan ini turut berkontribusi terhadap SDGs ke-14 dalam menjaga ekosistem laut dari potensi dampak pencemaran akibat kecelakaan industri maritim. (Nayla).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar