ITS Kukuhkan Enam Guru Besar Baru, Hadirkan Inovasi AI, Material Komposit hingga Energi Listrik

KILAS JAVA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan enam guru besar baru dalam upacara akademik yang digelar di Auditorium Gedung Research Center ITS, Kamis (9/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mempercepat lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan transformasi global melalui penguatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menegaskan bahwa keberadaan guru besar merupakan kekuatan strategis bagi perguruan tinggi. Menurutnya, profesor tidak hanya menjadi simbol capaian akademik, tetapi juga berperan sebagai penggerak lahirnya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

"Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen untuk tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik, melainkan menghadirkan inovasi nyata," ujarnya.

Pengukuhan diawali dengan orasi ilmiah Guru Besar ke-247 ITS, Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dari Departemen Teknik Fisika. Dalam orasi bertajuk Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia, ia memperkenalkan konsep System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) yang dipadukan dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO).

Model tersebut dirancang untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang adaptif, mampu melakukan prediksi berbasis data, serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum.

"Perpaduannya menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang berfungsi untuk kurikulum pendidikan tinggi," jelasnya.

Guru Besar ke-248 ITS, Prof Hosta Ardhyananta ST MSc dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi, kemudian memaparkan inovasi Hybrid Syntactic Foam berbasis matriks epoksi yang memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit.

Material komposit tersebut memiliki bobot ringan dengan kekuatan mekanik tinggi sehingga berpotensi diaplikasikan pada industri transportasi, manufaktur, hingga sektor pertahanan nasional.

"Material ini menghasilkan komposit berdensitas rendah dengan kekuatan mekanik tinggi yang potensial bagi sektor transportasi hingga pertahanan," terangnya.

Selanjutnya, Guru Besar ke-249 ITS Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD dari Departemen Teknik Lingkungan menyampaikan orasi bertajuk Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan Lingkungan Tercemar. Ia menjadi satu-satunya profesor perempuan yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut.

Melalui penelitian yang dikembangkannya, bakteri alami hasil isolasi dari tanah yang tercemar kerosin mampu menurunkan kandungan hidrokarbon maupun logam berat secara efektif pada skala lapangan.

"Menggunakan isolasi bakteri alami dari tanah tercemar kerosin, inovasi ini terbukti efektif menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan di skala lapangan," paparnya.

Prosesi berlanjut dengan orasi ilmiah Guru Besar ke-250 ITS, Prof Dr Eng Kusdianto ST MSc Eng dari Departemen Teknik Kimia. Ia mengangkat riset mengenai sintesis material komposit berbasis seng oksida sebagai teknologi fotokatalis untuk pengolahan limbah.

Teknologi tersebut dikembangkan agar mampu menguraikan polutan pada limbah cair sekaligus mereduksi emisi gas beracun secara lebih efektif.

"Melalui sintesa komposit seng oksida, teknologi fotokatalis ini mampu mengurai polutan cair dan emisi gas beracun secara tuntas," katanya.

Guru Besar ke-251 ITS, Prof Data Iranata ST MT PhD dari Departemen Teknik Sipil, mempresentasikan hasil riset mengenai pemodelan dan analisis struktur bangunan yang berfokus pada peningkatan ketahanan konstruksi terhadap gempa bumi.

Melalui rekayasa model sambungan komposit, struktur bangunan dapat dirancang dengan tingkat keamanan lebih tinggi karena mampu memprediksi sekaligus mengendalikan potensi kerusakan saat terjadi gempa.

"Melalui rekayasa model sambungan komposit, tingkat kerusakan bangunan akibat gempa dapat diprediksi serta dikendalikan secara optimal," ujarnya.

Orasi ilmiah terakhir disampaikan Guru Besar ke-252 ITS, Prof Dr Eng Ardyono Priyadi ST MEng dari Departemen Teknik Elektro. Ia memaparkan pengembangan sistem tenaga listrik modern yang mengintegrasikan teknologi superkapasitor guna meningkatkan keandalan jaringan kelistrikan nasional.

Riset tersebut menunjukkan bahwa penerapan superkapasitor mampu memperpanjang toleransi sistem terhadap gangguan sekaligus meminimalkan risiko terjadinya pemadaman listrik dalam skala besar.

"Integrasi teknologi superkapasitor dalam riset ini telah terbukti sukses memperpanjang toleransi sistem dan mencegah risiko pemadaman listrik secara massal," pungkasnya.

Pengukuhan enam guru besar baru ini memperluas kekuatan riset ITS pada berbagai bidang strategis, mulai dari kecerdasan buatan, material maju, teknik lingkungan, teknik kimia, rekayasa struktur, hingga sistem tenaga listrik. 

Beragam inovasi tersebut diharapkan mempercepat hilirisasi hasil penelitian, memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan tinggi berbasis riset. (Nayla).
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url