Seleksi Mandiri UNAIR Makin Ketat, 6.335 Calon Mahasiswa Berebut 1.200 Kursi

Kilas Java, Surabaya – Persaingan memperebutkan kursi mahasiswa baru di Universitas Airlangga (UNAIR) semakin ketat. Tahun ini, jumlah peserta Ujian Mandiri Tulis dan Kemitraan melonjak menjadi 6.335 orang atau meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar 4.700 peserta. Di balik lonjakan itu, Program Studi Kedokteran masih menjadi magnet utama bagi calon mahasiswa.

Seleksi jalur mandiri yang digelar pada 26-28 Juni 2026 tersebut menjadi tahapan penutup penerimaan mahasiswa baru UNAIR. Dari ribuan peserta yang mengikuti ujian, kampus hanya akan menerima sekitar 1.200 mahasiswa melalui jalur Mandiri Tulis dan Kemitraan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Mochammad Amin Alamsjah, mengatakan pelaksanaan ujian pada hari pertama berlangsung tanpa hambatan berarti. Seluruh rangkaian seleksi, menurut dia, berjalan sesuai dengan skenario yang telah disiapkan panitia.

"Alhamdulillah pelaksanaan ujian tulis, baik reguler maupun kemitraan, pada hari pertama berjalan dengan baik. Pada prinsipnya tidak ada kendala. Kami sangat mengapresiasi panitia PPMB yang telah melaksanakan seluruh rangkaian seleksi ini dengan sangat baik," katanya, Jumat (26/6).

Prof Amin menjelaskan, jalur mandiri di UNAIR terdiri atas empat skema, yakni Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, Mandiri Ujian Tulis, dan Mandiri Kemitraan. Adapun peserta yang mengikuti seleksi selama tiga hari ini berasal dari jalur Mandiri Tulis dan Mandiri Kemitraan dengan materi Tes Potensi Akademik (TPA) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Khusus jalur kemitraan, peserta wajib memperoleh rekomendasi dari institusi yang telah menjalin kerja sama dengan UNAIR. Skema tersebut menjadi salah satu alternatif penerimaan mahasiswa baru tanpa mengurangi standar seleksi akademik.

Menurut Prof Amin, jalur mandiri menyumbang separuh dari total daya tampung mahasiswa baru UNAIR pada 2026. Kuota itu kemudian dibagi ke dalam empat jalur dengan proporsi yang relatif seimbang.

Pelaksanaan ujian dipusatkan di 13 lokasi yang tersebar di Kampus A, B, dan C UNAIR. Setiap hari terdapat tiga sesi ujian untuk mengakomodasi seluruh peserta. Guna menjaga kondisi fisik peserta, panitia juga menyediakan roti dan teh manis bagi peserta sesi pagi.

"Fasilitas ini kami sediakan untuk mengantisipasi peserta yang belum sempat sarapan dari rumah, sehingga mereka dapat mengikuti ujian dengan kondisi yang prima dan tetap fokus," ujar Prof Amin.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Dr Achmad Solihin SE MSi, mengatakan Program Studi Kedokteran masih menjadi pilihan dengan jumlah peminat terbanyak. Sementara pada rumpun sosial humaniora, lima program studi yang paling banyak diminati ialah Hukum, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Psikologi.

"Melalui jalur Mandiri Tulis dan Kemitraan, UNAIR akan menerima sekitar 1.200 calon mahasiswa baru," ujarnya.

Selain tingginya persaingan, UNAIR juga memperkuat pengawasan untuk menjaga kredibilitas seleksi. Sistem antiperjokian disiapkan agar proses penerimaan mahasiswa berlangsung adil dan akuntabel.

"Kita juga mengantisipasi joki atau kecurangan dalam seleksi ujian tulis mandiri ini. Secara sistem kita sudah mempersiapkannya dengan baik," kata Solihin.

Ia mengimbau peserta memeriksa lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan dan datang setidaknya 30 menit lebih awal. Menurut dia, panitia tidak memberikan toleransi bagi peserta yang terlambat karena seluruh prosedur seleksi telah diatur secara ketat.

"Manajemen waktu sangat penting. Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat dengan alasan apa pun karena aturan kehadiran sangat ketat. Kami juga telah menyiapkan sistem pengawasan untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian. UNAIR berkomitmen menjaga kualitas dan integritas dalam seluruh proses seleksi," katanya. (Nayla).
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url