Notification

×

Iklan

Iklan

Prestasi Global ITS Melesat, Naik Peringkat 497 Kampus Terbaik Dunia Versi QS WUR 2027

Jumat, 19 Juni 2026 | Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T01:33:45Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung pendidikan tinggi internasional. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027 yang baru dirilis, kampus teknologi terbesar di Indonesia timur itu berhasil menembus peringkat ke-497 dunia. 

Capaian tersebut menandai peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-509.

Kenaikan peringkat itu tidak datang secara instan. Berbagai indikator penilaian menunjukkan tren positif yang memperkuat posisi ITS di antara perguruan tinggi terbaik dunia. Skor keseluruhan ITS dalam QS WUR 2027 meningkat menjadi 32,5, naik dari 31,9 pada pemeringkatan sebelumnya.

Kepala Unit Reputasi Institusi Kantor Penjaminan Mutu (KPM) ITS, Sarah Cahyadini, ST, MT, PhD, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan signifikan pada enam indikator utama. 

Menurutnya, sektor internasionalisasi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendorong lompatan peringkat ITS tahun ini.

“Peningkatan skor keseluruhan QS WUR ITS naik menjadi 32,5 dari yang sebelumnya hanya 31,9,” ujarnya.

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah International Students Ratio. Pada aspek ini, ITS mencatat skor 18,2, tertinggi di Indonesia. 

Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya tarik ITS di mata mahasiswa internasional sekaligus mencerminkan iklim akademik global yang terus berkembang di lingkungan kampus.

Sarah menuturkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program internasional yang terus diperluas. 

Program short course, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi pendidikan lintas negara menjadi magnet bagi mahasiswa asing untuk belajar di Surabaya.

“Banyaknya program-program short course berkontribusi besar dalam pencapaian ini,” katanya.

Ke depan, ITS berkomitmen memperkuat strategi internasionalisasi dengan meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan reguler di kampus tersebut. 

Langkah itu dinilai penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkaya atmosfer pembelajaran yang multikultural.

Tidak hanya pada aspek mahasiswa internasional, indikator International Faculty Ratio juga menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Skor indikator tersebut mencapai 84,2, menjadi salah satu kenaikan tertinggi yang dicatat ITS pada pemeringkatan tahun ini.

Menurut Sarah, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi ITS dalam menghadirkan dosen dan akademisi dari berbagai negara melalui program adjunct professor. 

Kehadiran para akademisi internasional tersebut tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

“Yakni dosen dari luar negeri yang aktif mengajar sekaligus melakukan kolaborasi riset bersama di lingkungan kampus ITS,” jelasnya.

Pada aspek reputasi akademik, ITS juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Skor Academic Reputation meningkat menjadi 30,5 dari sebelumnya 27,4. Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya pengakuan komunitas pendidikan tinggi dunia terhadap kualitas akademik yang dimiliki ITS.

Performa riset turut mengalami perkembangan. Hal itu terlihat dari indikator Citations per Faculty yang naik menjadi 2,9 dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 2,7. 

Kenaikan tersebut mengindikasikan meningkatnya dampak dan kontribusi publikasi ilmiah yang dihasilkan sivitas akademika ITS dalam percakapan ilmiah global.

Di sisi lain, komitmen ITS terhadap pembangunan berkelanjutan juga mendapat apresiasi melalui indikator Sustainability yang mencatat skor 55,4. 

Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lingkungan kampus, efisiensi sumber daya, penguatan ekonomi berkelanjutan, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.

Upaya pengembangan kampus hijau yang selama ini dijalankan ITS menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. 

Berbagai program keberlanjutan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya hidup berkelanjutan di kalangan sivitas akademika.

Pencapaian dalam QS WUR 2027 tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas. 

Melalui penguatan internasionalisasi, peningkatan kualitas pengajar global, serta perluasan kolaborasi riset internasional, ITS terus memperluas perannya sebagai pusat pendidikan dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat dunia.
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update