Notification

×

Iklan

Iklan

Kemnaker-Ubhara Jaya Sepakat Bangun Talenta Kompeten Melalui Program Magang dan Pelatihan

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T05:21:13Z
Kilas Java, Bekasi – Upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja terus dilakukan pemerintah. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) antara kedua institusi di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). 

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas lulusan perguruan tinggi sekaligus mendukung pembangunan ekosistem ketenagakerjaan nasional yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut memiliki makna strategis yang jauh melampaui agenda seremonial. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi kunci dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis.

"Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan dunia praktik ketenagakerjaan. Salah satu tujuan utamanya adalah meminimalkan mismatch antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri," ujarnya.

Cris menjelaskan, perguruan tinggi memegang peran sentral dalam mencetak talenta unggul melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, pemerintah melalui Kemnaker bertugas memastikan terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, serta mampu mengakomodasi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mencakup peningkatan kapasitas SDM, pelaksanaan riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung penguatan sektor ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan itu, Cris juga memperkenalkan sejumlah program unggulan Kemnaker yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja. Salah satunya adalah Magang Nasional atau MagangHub yang memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus memperkaya portofolio peserta.

Selain itu, tersedia KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja terkurasi dari berbagai sektor industri. Mahasiswa juga dapat mengakses SkillHub sebagai sarana pelatihan bersertifikat guna meningkatkan kompetensi melalui program upskilling maupun reskilling.

Bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang kewirausahaan, Kemnaker menyediakan BizHub yang dirancang untuk mendukung pengembangan usaha mandiri dan penciptaan lapangan kerja baru.

Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam platform SIAPKerja yang dapat diakses secara digital oleh masyarakat, termasuk mahasiswa dan lulusan baru yang tengah mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.

"Kami juga memiliki program pembinaan mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya, mulai dari proses melamar pekerjaan, komunikasi profesional, hingga menghadapi wawancara kerja," jelasnya.

Ia mendorong mahasiswa, khususnya yang telah memasuki semester akhir, untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman, keterampilan, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri.

Lebih jauh, Cris mengingatkan bahwa lanskap ketenagakerjaan saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi, transformasi industri, dan meningkatnya mobilitas tenaga kerja global. Kondisi tersebut menuntut hadirnya SDM yang memiliki kompetensi tinggi sekaligus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.

"Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Saingan kita bukan hanya di Bekasi atau Indonesia, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai negara. Karena itu, kita harus memiliki talenta-talenta unggul yang benar-benar siap bekerja dan mampu bersaing di tingkat global," tegasnya.

Kerja sama Kemnaker dan Ubhara Jaya juga diarahkan untuk memperkuat basis data dan kajian ketenagakerjaan sebagai fondasi penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. 

Kolaborasi ini mencakup pengembangan penelitian, pelaksanaan program Tenaga Kerja Mandiri di tengah masyarakat, serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah dalam menciptakan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update