Notification

×

Iklan

Iklan

Internasionalisasi Kampus Berbuah Prestasi, UNAIR Masuk Jajaran Elite Dunia

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB Last Updated 2026-06-18T09:46:38Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Upaya panjang Universitas Airlangga (UNAIR) membangun reputasi akademik di tingkat internasional kembali membuahkan hasil. Kampus yang lahir dari semangat pengabdian dan keilmuan itu berhasil menembus peringkat ke-276 dunia dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027. 

Pada level nasional, UNAIR juga menempati posisi ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transformasi yang dilakukan UNAIR dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan dampak nyata. 

Tidak hanya pada aspek pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam memperluas jejaring akademik global yang menjadi salah satu indikator penting dalam pemeringkatan universitas dunia.

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang secara konsisten menjaga kualitas dan mendorong inovasi di berbagai bidang.

Menurutnya, posisi yang diraih UNAIR saat ini tidak lahir dalam waktu singkat. Di balik angka peringkat tersebut terdapat proses panjang berupa penguatan tata kelola, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset, serta perluasan kolaborasi internasional yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Ini bukan sekadar angka atau posisi dalam sebuah pemeringkatan. Ini adalah hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh civitas academica UNAIR dalam membangun institusi yang semakin unggul dan berdaya saing global,” ujarnya saat konferensi pers di Hall Lantai 1 Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Kamis (18/6/2026).

Salah satu faktor yang menjadi penopang utama peningkatan peringkat UNAIR adalah menguatnya jaringan riset internasional. Dalam indikator International Research Network (IRN), UNAIR berhasil menempati posisi pertama di Indonesia setelah sebelumnya berada di peringkat kedua nasional.

Prestasi itu menunjukkan semakin intensifnya kolaborasi penelitian yang dilakukan bersama berbagai institusi dunia. Berbagai program seperti publikasi ilmiah internasional, penelitian kolaboratif lintas negara, joint supervision, hingga pertukaran akademisi menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi UNAIR di panggung global.

Prof Madyan menjelaskan, perkembangan tersebut tidak hanya meningkatkan visibilitas institusi di dunia internasional, tetapi juga memperluas peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam riset yang berdampak lebih luas.

Selain unggul dalam jejaring penelitian, indikator International Faculty (IF) juga menunjukkan perkembangan signifikan. Pada QS WUR 2027, posisi nasional UNAIR dalam indikator tersebut meningkat dari peringkat keempat menjadi peringkat ketiga di Indonesia.

Kehadiran tenaga pengajar dan peneliti dari berbagai negara dinilai memberikan nilai tambah bagi lingkungan akademik kampus. Interaksi lintas budaya dan perspektif keilmuan global mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan kompetitif.

“Kehadiran dosen dan peneliti dari berbagai negara tidak hanya memperkaya atmosfer akademik kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan ekosistem riset dan publikasi serta memperluas jejaring keilmuan global bagi mahasiswa dan dosen kita,” katanya.

Peningkatan juga tercatat pada indikator Faculty Student Ratio (FSR). Dalam aspek ini, UNAIR mampu memperbaiki skor sekaligus meningkatkan posisi di tingkat dunia. Secara nasional, kampus tersebut tetap bertahan sebagai perguruan tinggi dengan peringkat kedua terbaik dalam kategori tersebut.

Rasio dosen dan mahasiswa yang semakin ideal dipandang sebagai elemen penting dalam menjaga mutu pembelajaran. Dengan kapasitas pendampingan akademik yang lebih baik, proses transfer ilmu pengetahuan dapat berlangsung lebih efektif dan berkualitas.

Tak kalah penting, indikator Academic Reputation atau reputasi akademik juga mengalami penguatan. Peningkatan skor pada indikator ini menunjukkan bahwa nama UNAIR semakin dikenal dan dihargai oleh komunitas akademik internasional.

Pengakuan tersebut lahir dari kontribusi berbagai pihak di lingkungan kampus. Produktivitas penelitian, kualitas publikasi ilmiah, kiprah alumni, hingga kerja sama akademik lintas negara menjadi faktor yang mendorong peningkatan reputasi tersebut.

Bagi UNAIR, pencapaian dalam QS WUR bukanlah garis akhir. Pemeringkatan internasional dipandang sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas berbagai program pengembangan institusi yang telah dijalankan selama ini.

Karena itu, penguatan internasionalisasi akan terus menjadi prioritas. Mulai dari memperluas kemitraan global, meningkatkan kualitas riset dan publikasi, memperkuat inovasi, hingga membangun sistem tata kelola kampus yang semakin responsif terhadap perubahan zaman.

“UNAIR akan terus memperkuat internasionalisasi kampus, memperluas jejaring riset global, meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi akademik, serta membangun tata kelola institusi yang semakin adaptif, inovatif, dan berbasis data,” tegas Prof Madyan.

Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif di tingkat internasional, capaian QS WUR 2027 menjadi indikator bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu tampil sejajar dengan universitas-universitas terkemuka dunia. 

Bagi UNAIR, penguatan kualitas akademik, riset berdampak, dan kolaborasi global akan tetap menjadi agenda utama dalam mengakselerasi peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update