MPLS di SMK KAL-1 Surabaya, Polres Tanjung Perak Bekali Siswa Cegah Perundungan
KILAS JAVA, SURABAYA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk memperkuat edukasi karakter bagi pelajar. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), kepolisian memberikan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying) serta penggunaan media sosial secara bijak kepada siswa baru SMK KAL-1 Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Police Goes to School tersebut diikuti ratusan peserta didik baru. Hadir dalam kegiatan itu Kasat Binmas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Zainuddin bersama personel Sat Binmas, Kepala SMK KAL-1 Surabaya, dewan guru, dan seluruh peserta MPLS.
Dalam pemaparannya, AKP M Zainuddin mengingatkan para siswa bahwa perundungan tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa tindakan verbal, psikologis, hingga melalui ruang digital. Seluruh bentuk perundungan, kata dia, berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perkembangan mental maupun sosial korban.
Ia mengajak para pelajar membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah, menjaga etika dalam pergaulan, serta mengedepankan sikap toleran terhadap sesama. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan intimidasi.
Selain membahas perundungan, Sat Binmas juga mengingatkan pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. Para siswa diminta menggunakan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Kepala Seksi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin, berakhlak, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.
"Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang saling menghargai, menolak segala bentuk perundungan atau bullying, serta mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab," ujar Suroto.
Menurut dia, media sosial semestinya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkomunikasi, dan berkarya, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Suroto menambahkan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
"Semoga bimbingan dan penyuluhan kepada siswa melalui Police Goes to School pada MPLS ini menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini," kata Suroto.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para peserta MPLS. Materi yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya menghargai sesama, menjaga jejak digital, serta berperan aktif menciptakan budaya sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan. (Nayla).