Kemendukbangga Jatim Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan pada Harganas ke-33
KILAS JAVA, SURABAYA – Di tengah masih kuatnya anggapan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab utama ibu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur memilih mengangkat pesan berbeda pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.
Lembaga tersebut mengajak para ayah mengambil peran lebih besar dalam mendampingi tumbuh kembang anak melalui kegiatan bertajuk Goresan Cinta dan Tulisan untuk Ayah di Kaza Mall Surabaya, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" itu dikemas dalam bentuk lomba mewarnai dan menulis surat yang mempertemukan ayah dan anak dalam satu ruang interaksi.
Pendekatan tersebut dipilih sebagai media kampanye bahwa kehadiran ayah tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga keterlibatan emosional dalam kehidupan anak.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, mengatakan peringatan Harganas tahun ini dirancang bersama berbagai mitra untuk menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah dalam keluarga.
"Kegiatan kali ini, Kemendukbangga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Dengan tema 'Ayah Wajib Hadir', kami menggelar lomba mewarnai bersama ayah dan buah hati. Harapannya, tema ayah wajib hadir tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata," ujarnya.
Menurut Shodiqin, keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan memiliki dampak langsung terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan psikologis anak.
Karena itu, budaya pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
"Kami mengajak keluarga untuk mengekspresikan peran ayah dalam mendampingi anak. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045," katanya.
Peringatan Harganas ke-33 di Jawa Timur juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Dra. Ida Widayati, MM, bersama sejumlah perwakilan instansi pemerintah, organisasi perempuan, serta mitra Kemendukbangga/BKKBN.
Panitia menggelar dua perlombaan yang menyasar kelompok usia berbeda. Lomba Mewarnai Goresan Cinta dibagi menjadi kategori PAUD/TK dengan 84 peserta serta kategori siswa SD kelas 1 dan 2 yang diikuti 81 peserta.
Adapun Lomba Menulis Surat Cinta untuk Ayah diperuntukkan bagi siswa SD kelas 3 hingga kelas 6 dengan jumlah peserta mencapai 100 anak.
Total sebanyak 265 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sebagian besar hadir bersama ayah maupun anggota keluarga lainnya sehingga area kegiatan dipenuhi ratusan pengunjung yang menyaksikan berbagai aktivitas hingga proses penjurian.
Penilaian lomba dilakukan oleh tim yang terdiri atas kalangan psikolog dan praktisi. Untuk kategori Goresan Cinta, dewan juri terdiri atas Ketua Dharma Wanita Persatuan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Zakiyatut Taufiqoh, S.Psi., M.Si., dan Desy Mega Aditia, S.Psi., M.Psi. Sementara kategori Menulis Surat Cinta untuk Ayah dinilai oleh Fonny Indri Hartanti, S.Psi., M.Psi., Taufik Daryanto, S.Psi., M.Sc., serta Toma Afriandi, S.H., M.Si.
Selain menjadi ajang kreativitas anak, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang edukasi keluarga mengenai pentingnya pola pengasuhan yang kolaboratif.
Melalui interaksi sederhana seperti mewarnai dan menulis surat, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur berupaya menanamkan pesan bahwa kehadiran ayah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang anak dan penguatan ketahanan keluarga. (Nayla).