Kilas Java, Jakarta – PT Bank Jago Tbk memperkenalkan Inspirasi Kantong, fitur terbaru pada Aplikasi Jago yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola keuangan sesuai karakter, kebutuhan, dan tujuan finansial masing-masing. Fitur ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap individu memiliki pola pengelolaan uang yang berbeda sehingga tidak ada satu pendekatan yang dapat diterapkan secara seragam.
Melalui Inspirasi Kantong, pengguna memperoleh rekomendasi susunan Kantong yang disesuaikan dengan kondisi finansial dan kebiasaan mereka. Saat ini tersedia enam kategori Inspirasi Kantong, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang. Masing-masing dirancang untuk menggambarkan karakter pengelolaan keuangan yang berbeda.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan fitur tersebut dikembangkan agar pengguna memiliki panduan yang lebih relevan dalam menyusun strategi pengelolaan uang.
"Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda. Karena itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi Kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi serta kondisi keuangan personal mereka di Aplikasi Jago," kata Michael dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.
Untuk mengetahui tipe Inspirasi Kantong, pengguna cukup membuka menu Kantong di Aplikasi Jago dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai aspirasi, kebiasaan finansial, kapasitas keuangan, hingga tingkat kepercayaan diri dalam mengelola uang. Berdasarkan jawaban tersebut, sistem akan memberikan hasil berupa tipe Inspirasi Kantong lengkap dengan deskripsi karakter keuangan serta rekomendasi susunan Kantong yang dapat langsung digunakan maupun disesuaikan menurut kebutuhan pribadi.
Peluncuran fitur ini didahului oleh Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang, sebuah eksperimen sosial yang melibatkan 10 peserta dengan latar belakang profesi, kondisi ekonomi, dan tujuan finansial yang berbeda. Setiap peserta memperoleh tambahan dana sebesar Rp10 juta untuk dikelola selama 30 hari menggunakan Aplikasi Jago.
Program tersebut digarap bersama sutradara Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Sebelum tantangan dimulai, para peserta diberi pertanyaan sederhana mengenai pilihan antara memiliki lebih banyak uang atau lebih mahir mengelola uang. Delapan dari sepuluh peserta semula memilih memiliki lebih banyak uang. Namun setelah menjalani tantangan selama sebulan, delapan peserta justru mengubah pilihannya menjadi lebih memilih kemampuan mengelola uang dibanding sekadar memiliki dana lebih besar.
Menurut Michael, perubahan tersebut menunjukkan bahwa besarnya jumlah uang bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi finansial seseorang.
"Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama, yang lebih menentukan bukan nominal uangnya, tetapi bagaimana mereka mengelolanya sesuai tujuan, prioritas, dan perjalanan hidup masing-masing," ujarnya.
Bank Jago memandang hasil eksperimen tersebut sebagai gambaran bahwa persoalan keuangan tidak semata ditentukan oleh besaran pendapatan, melainkan juga kemampuan seseorang menempatkan uang secara tepat sesuai kebutuhan dan sasaran finansial.
Sebelum tantangan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti asesmen Inspirasi Kantong untuk mengetahui tipe pengelolaan keuangan yang paling sesuai. Hasil asesmen itu kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi Kantong yang digunakan selama mengikuti tantangan.
Selama 30 hari, para peserta mendapat pendampingan dari Certified Financial Planner Annisa Steviani. Meski demikian, seluruh keputusan penggunaan dana tetap berada di tangan masing-masing peserta.
"Tidak ada naskah, tidak ada arahan mengenai keputusan yang harus diambil. Hasilnya, setiap peserta menghadirkan reaksi, cerita, dan perjalanan yang berbeda dan otentik tentang cara mereka memprioritaskan uang sesuai kebutuhan dan tujuan hidup masing-masing," kata Michael.
Salah seorang peserta, Andini, yang berprofesi sebagai guru yoga, memanfaatkan tambahan dana tersebut untuk mendekatkan diri pada target membangun bisnis wellness. Berdasarkan hasil asesmen, ia masuk dalam kategori Perintis dengan rekomendasi satu Kantong Dana Darurat, dua Kantong Kebutuhan Harian, dua Kantong Menabung, dan satu Kantong Pengeluaran. Susunan itu membantunya memisahkan anggaran operasional kelas yoga, pembelian bahan baku, hingga pengembangan usaha.
Peserta lainnya, Caesario, memiliki dua target utama, yakni menggelar konser musik dan memberangkatkan orang tuanya menunaikan ibadah umrah. Ia memperoleh kategori Pejuang dengan rekomendasi satu Kantong Dana Darurat, satu Kantong Kebutuhan Harian, satu Kantong Menabung, dan satu Kantong Pengeluaran.
Sementara itu, peserta lain menunjukkan pola pengelolaan yang beragam. Sebagian memilih memperkuat dana darurat, sebagian memprioritaskan kebutuhan keluarga, sedangkan lainnya mengalokasikan dana secara disiplin untuk mengejar target tertentu, mulai dari biaya pendidikan hingga rencana liburan ke luar negeri. Fadlu, salah seorang peserta, menggambarkan pengalaman tersebut sebagai proses pembentukan karakter dalam mengelola keuangan.
Melalui pengembangan Inspirasi Kantong, Bank Jago berupaya menghadirkan pendekatan pengelolaan keuangan yang lebih personal. Fitur tersebut dirancang agar pengguna dapat menyusun alokasi dana berdasarkan prioritas hidup, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang lebih terstruktur melalui sistem Kantong yang fleksibel di dalam Aplikasi Jago. (Nayla).

