BREAKING NEWS

UNAIR Siapkan SMART Posyandu Papua, Perkuat Kapasitas dan Ekonomi Kader di Prafi


KILAS JAVA, SURABAYA – Tim Ekspedisi Patriot 2026 Mitra Universitas Airlangga (UNAIR) menyiapkan program SMART Posyandu Papua di kawasan transmigrasi Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Inisiatif tersebut berangkat dari pandangan bahwa keberhasilan layanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput tidak hanya bergantung pada kompetensi kader Posyandu, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi yang menopang peran mereka di tengah masyarakat.

Ketua Tim SMART Posyandu Papua, Dr. Muthmainnah, S KM M Kes., mengatakan kader Posyandu memegang posisi strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kader perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada peningkatan kemampuan pelayanan kesehatan.

"Kader Posyandu tidak hanya perlu berdaya dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Ketika kader sehat, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi, mereka akan semakin kuat dalam mendampingi masyarakat," ujarnya.

Program SMART Posyandu Papua diawali dengan penyusunan tahapan kegiatan, observasi lapangan, serta pengembangan Training Needs Assessment (TNA) untuk memetakan kebutuhan, potensi, dan tantangan yang dihadapi kader Posyandu di Distrik Prafi.

Pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan materi pelatihan dan pendampingan sehingga setiap intervensi disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Pendekatan itu diharapkan membuat program lebih relevan sekaligus memiliki peluang berlanjut setelah masa penugasan tim berakhir.

Selama empat bulan pelaksanaan, tim akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan kapasitas kader, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan produk berbasis potensi lokal, hingga pemasaran digital.

Program ini juga mencakup perhatian terhadap kesehatan fisik kader, kesejahteraan psikologis, serta keseimbangan peran mereka dalam keluarga. 

Pendekatan tersebut dipilih agar pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan kader dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.

"Kami tidak ingin datang hanya untuk memberikan pelatihan sesaat. Kami ingin mendengarkan kader, belajar dari masyarakat, dan mendampingi prosesnya. Program yang baik harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dapat diteruskan setelah masa penugasan tim selesai," jelasnya.

Prinsip partisipatif menjadi salah satu fondasi pelaksanaan SMART Posyandu Papua. Kader Posyandu dilibatkan sejak proses identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana usaha, hingga tahap evaluasi agar program benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap lahir kader Posyandu yang semakin sehat, terampil, percaya diri, produktif, dan mandiri. Penguatan ekonomi keluarga dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung keberlanjutan peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Selain pelatihan dan pendampingan, program juga mendorong kader memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk yang dikembangkan. 

Di sisi lain, jejaring kemitraan dengan puskesmas, pemerintah kampung, pelaku usaha, serta berbagai mitra strategis turut dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Dalam jangka panjang, SMART Posyandu Papua diharapkan menjadi model pemberdayaan kader yang dapat direplikasi di wilayah transmigrasi lainnya.

"Harapan kami, SMART Posyandu Papua menjadi ruang tumbuh bersama bagi kader dan masyarakat Prafi sehingga lahir kader yang semakin mandiri, sejahtera, dan mampu menggerakkan perubahan di lingkungannya," pungkas Muthmainnah.

Program SMART Posyandu Papua juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kapasitas kader, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor. (Nayla).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar